Pertanyaan mengenai apakah satu aplikasi mobile banking dapat digunakan pada dua ponsel secara bersamaan sering muncul di kalangan nasabah. Banyak pengguna memiliki lebih dari satu perangkat, misalnya ponsel utama dan ponsel cadangan, atau tablet yang juga menjalankan aplikasi perbankan. Kebijakan masing-masing bank berbeda-beda, tergantung pada sistem keamanan, platform teknologi, dan regulasi yang berlaku. Artikel ini akan membahas secara mendalam tentang kemungkinan penggunaan satu aplikasi bank di dua HP, termasuk aturan umum, contoh bank yang mendukung, serta langkah keamanan yang perlu diperhatikan.
Apakah Satu Aplikasi Bank Bisa Dipasang di Dua Ponsel?
Pada dasarnya, sebagian besar aplikasi mobile banking mengizinkan pemasangan di lebih dari satu perangkat. Namun, hal ini tidak berarti bahwa sesi login dapat aktif secara bersamaan. Kebijakan umum yang diterapkan bank adalah membatasi hanya satu sesi aktif dalam satu waktu. Jika pengguna login di ponsel kedua, maka ponsel pertama akan otomatis logout. Beberapa bank bahkan menerapkan verifikasi tambahan setiap kali perangkat baru digunakan, seperti mengirim kode OTP atau meminta otentikasi biometrik.

Kebijakan Umum Bank Global
Berikut adalah beberapa kebijakan yang umum ditemukan pada aplikasi perbankan di dunia:
- Satu perangkat, satu sesi: Aplikasi hanya dapat aktif di satu perangkat pada saat yang sama. Login di perangkat lain akan mengakhiri sesi di perangkat sebelumnya.
- Dua perangkat terdaftar: Beberapa bank mengizinkan pendaftaran hingga dua perangkat, misalnya ponsel dan tablet, namun tetap dengan satu sesi aktif.
- Multi-perangkat dengan login terpisah: Bank tertentu, seperti HSBC, Barclays, dan NatWest, mendukung akses dari beberapa perangkat menggunakan kredensial yang unik untuk setiap perangkat. Pengguna dapat login di ponsel dan tablet secara bersamaan.
- Pembatasan fitur pada perangkat kedua: Beberapa aplikasi, misalnya Chase (UK) dan First Direct, membatasi fitur seperti secure key hanya pada satu perangkat. Perangkat kedua hanya dapat digunakan untuk login setelah verifikasi dari perangkat utama.
- Otentikasi ulang setiap pindah perangkat: Aturan baru dari Bank Sentral Nigeria (CBN) yang berlaku mulai 1 Juli 2026 mewajibkan pengguna untuk melakukan reaktivasi dan otentikasi setiap kali ingin berpindah perangkat. Pada perangkat baru, transaksi dibatasi maksimal ₦20.000 selama 24 jam.
Daftar di atas menunjukkan bahwa tidak ada jawaban tunggal. Setiap bank memiliki kebijakan yang disesuaikan dengan tingkat keamanan dan kenyamanan nasabah.

Contoh Bank yang Mendukung Multi-Perangkat
Berdasarkan informasi dari forum keuangan dan situs resmi, beberapa bank besar di dunia mendukung penggunaan aplikasi di beberapa perangkat sekaligus. Tabel di bawah ini merangkum beberapa contoh:
| Nama Bank | Dukungan Multi-Perangkat | Catatan |
|---|---|---|
| HSBC | Ya (ponsel + iPad) | Setiap perangkat dapat login bersamaan dengan akun yang sama. |
| Barclays | Ya | Mendukung beberapa perangkat dengan verifikasi PIN atau biometrik. |
| NatWest | Ya | Login di beberapa perangkat diperbolehkan, namun sesi aktif hanya satu. |
| First Direct | Terbatas | Secure key hanya pada satu perangkat; perangkat lain perlu otentikasi dari perangkat utama. |
| Atom Bank | Ya | Akses multi-perangkat dengan biometrik. |
| Halifax, Lloyds, Nationwide, Santander, TSB, Virgin Money | Ya | Semua mendukung penggunaan simultan pada beberapa perangkat. |
Perlu diingat bahwa kebijakan dapat berubah sewaktu-waktu. Sebaiknya periksa halaman dukungan resmi bank Anda untuk informasi terkini.

Aturan Baru Bank Sentral Nigeria sebagai Perbandingan
Salah satu regulasi paling ketat terkait penggunaan aplikasi bank di dua perangkat datang dari Nigeria. Central Bank of Nigeria (CBN) mengumumkan bahwa mulai 1 Juli 2026, aplikasi mobile banking hanya akan berfungsi pada satu perangkat dalam satu waktu. Untuk berpindah perangkat, pengguna harus melakukan reaktivasi dan otentikasi ulang. Selain itu, transaksi pada perangkat baru dibatasi maksimal ₦20.000 dalam 24 jam pertama. Aturan ini bertujuan mengurangi risiko penipuan dan akses tidak sah. Informasi lebih lanjut dapat dilihat di situs resmi CBN: cbn.gov.ng/new-cbn-rule. Meskipun aturan ini berlaku di Nigeria, hal ini menunjukkan bahwa regulator di berbagai negara mulai memperketat pengamanan aplikasi perbankan.
Keamanan saat Menggunakan Aplikasi Bank di Banyak Perangkat
Menggunakan aplikasi bank di dua ponsel atau lebih membutuhkan perhatian ekstra pada aspek keamanan. Berikut beberapa rekomendasi yang disarankan oleh lembaga seperti FDIC:

Pastikan untuk selalu logout setelah selesai menggunakan aplikasi, terutama pada perangkat yang digunakan bersama. Gunakan kata sandi yang kuat dan unik, serta aktifkan fitur biometrik seperti sidik jari atau pengenal wajah. Jika bank Anda mengizinkan, daftarkan perangkat secara resmi melalui layanan online banking agar terhindar dari pemblokiran. Jangan pernah membagikan kode OTP atau PIN kepada siapa pun. Untuk informasi lebih lanjut tentang keamanan perbankan digital, kunjungi halaman sumber daya konsumen FDIC: fdic.gov/consumer-resource. Dengan menerapkan langkah-langkah ini, risiko akses tidak sah dapat diminimalkan meskipun aplikasi digunakan di beberapa perangkat.
Pertimbangan Khusus untuk Pengguna di Indonesia
Di Indonesia, kebijakan aplikasi mobile banking bervariasi antar bank. Bank BUMN seperti BRI, Mandiri, BNI, dan BTN umumnya mengizinkan pemasangan di dua perangkat, tetapi sesi login dibatasi satu. Bank swasta seperti BCA, CIMB Niaga, dan Permata juga memiliki aturan serupa. Beberapa bank bahkan menerapkan verifikasi wajah atau sidik jari setiap kali login dari perangkat baru. Penting bagi nasabah untuk membaca syarat dan ketentuan aplikasi serta menghubungi layanan nasabah jika ragu. Selain itu, pastikan perangkat yang digunakan tidak di-root atau jailbreak, karena hal ini dapat membatalkan keamanan aplikasi.

Kesimpulan
Kesimpulannya, sebagian besar aplikasi bank dapat dipasang di dua ponsel, namun tidak dapat digunakan secara bersamaan dalam sesi aktif yang sama. Beberapa bank mendukung multi-perangkat dengan verifikasi tambahan, sementara yang lain membatasi fitur tertentu pada satu perangkat. Aturan baru dari Nigeria menjadi contoh bagaimana regulator dapat memperketat kebijakan di masa depan. Bagi pengguna di Indonesia, penting untuk memahami kebijakan bank masing-masing dan selalu mengutamakan keamanan. Dengan begitu, kemudahan akses dari dua perangkat tetap dapat dinikmati tanpa mengorbankan perlindungan data.
Referensi
Central Bank of Nigeria. (2025). New CBN Rule on Mobile Banking Apps (Effective July 1, 2026). Diakses dari cbn.gov.ng/new-cbn-rule.
HSBC UK. (n.d.). Mobile banking on multiple devices. Diakses dari hsbc.co.uk/support.
Barclays UK. (n.d.). Using your Barclays app on more than one device. Diakses dari barclays.co.uk/support.
NatWest. (n.d.). Can I use the NatWest app on multiple devices? Diakses dari natwest.com/support.
Bank Five Nine. (n.d.). Multi-user and multi-device support. Diakses dari bankfivenine.com/support.
HomeStreet Bank. (n.d.). Personal banking: using our app on multiple devices. Diakses dari homestreet.com/personal.
FDIC. (n.d.). Consumer resource: security tips for mobile banking. Diakses dari fdic.gov/consumer-resource.
MoneySavingExpert Forum. (2024). List of banks that allow app on multiple devices. Diakses dari forums.moneysavingexpert.com/discussion/6394956.
Reddit r/UKPersonalFinance. (2024). Discussion on First Direct secure key limitation. Diakses dari reddit.com/r/UKPersonalFinance/comments/1hbu6r4.





