Negara yang Sedang Berperang Saat Ini di Dunia

Pendahuluan: Realitas Konflik Global Saat Ini

Dunia saat ini menghadapi periode ketidakstabilan yang jarang terjadi sejak Perang Dunia II. Data dari Institut Penelitian Perdamaian Oslo (PRIO) mencatat bahwa pada tahun 2024 terdapat 61 konflik bersenjata di 36 negara, angka tertinggi dalam delapan dekade terakhir. Jumlah ini mencakup hampir sepertiga dari seluruh negara anggota PBB, menunjukkan bahwa perang bukanlah fenomena pinggiran melainkan kenyataan yang memengaruhi kehidupan jutaan orang. Dari Eropa Timur hingga Asia Tenggara, dari Timur Tengah hingga Afrika Sub-Sahara, berbagai jenis pertempuran berkecamuk dengan intensitas yang berbeda. Beberapa merupakan perang antarnegara, seperti invasi Rusia ke Ukraina, sementara yang lain adalah perang saudara atau pemberontakan internal, seperti yang terjadi di Sudan dan Myanmar. Artikel ini akan mengulas negara-negara yang sedang berperang saat ini berdasarkan data terverifikasi hingga pertengahan 2025.

Memahami peta konflik global sangat penting bukan hanya untuk kepentingan akademis tetapi juga karena dampaknya terhadap keamanan energi, rantai pasok, migrasi massal, dan stabilitas ekonomi dunia. Setiap perang memiliki akar sejarah, kepentingan sumber daya, atau perebutan kekuasaan yang saling terkait. Oleh karena itu, kita perlu menyusuri satu per satu wilayah konflik utama yang masih aktif hingga saat ini.

Konflik Antarnegara: Rusia-Ukraina dan Israel-Iran

Perang Rusia melawan Ukraina masih menjadi konflik antarnegara paling besar di Eropa sejak 1945. Invasi penuh yang dimulai pada Februari 2022 terus berlanjut tanpa tanda-tanda penyelesaian diplomatik yang berarti. Kedua pihak masih saling serang di garis depan timur dan selatan Ukraina, dengan kerugian militer dan sipil yang sangat tinggi. Pada 2024-2025, Rusia meningkatkan produksi amunisi dan merekrut lebih banyak tentara, sementara Ukraina bergantung pada bantuan militer Barat untuk mempertahankan posisinya. Konflik ini tidak hanya berdampak pada dua negara tersebut tetapi juga menimbulkan krisis energi di Eropa, inflasi global, dan perpecahan politik di berbagai negara.

Negara yang Sedang Berperang Saat Ini di Dunia - 1

Sementara itu, ketegangan antara Israel dan Iran meningkat drastis pada Juni 2025. Serangan balasan yang melibatkan lebih dari 20 negara menunjukkan bahwa konflik ini telah meluas melampaui perang Gaza. Israel melancarkan operasi militer terhadap fasilitas nuklir dan basis militer Iran, sementara Iran serta kelompok proksinya di Lebanon, Suriah, dan Yaman membalas dengan rudal dan drone. Konflik ini menempatkan Timur Tengah dalam kondisi perang regional yang sangat berbahaya. Di dalamnya, konflik Israel-Hamas di Gaza juga masih berlanjut sejak Oktober 2023, dengan blokade total dan serangan udara yang menyebabkan krisis kemanusiaan akut.

Perang Saudara dan Pemberontakan di Afrika

Benua Afrika menyumbang jumlah konflik terbanyak dalam data PRIO. Sudan menjadi contoh paling tragis dengan perang saudara antara Angkatan Bersenjata Sudan (SAAF) dan Pasukan Dukungan Cepat (RSF). Pertempuran yang dimulai April 2023 terus berlangsung hingga 2025, dengan lebih dari 10 juta orang mengungsi dan ribuan tewas. Kekerasan etnis di Darfur kembali mencuat, sementara kedua belah pihak kesulitan mencapai gencatan senjata karena perebutan kendali atas wilayah dan sumber daya seperti emas dan minyak. Krisis kemanusiaan di Sudan disebut sebagai salah satu yang terburuk di dunia saat ini.

Konflik lainnya melanda Republik Demokratik Kongo, khususnya di Provinsi Kivu Utara. Kelompok pemberontak M23, yang didukung oleh Rwanda, kembali melancarkan serangan besar sejak 2022 dan terus memperluas wilayah kekuasaannya pada 2024-2025. Pertempuran sengit dengan tentara Kongo dan pasukan perdamaian PBB menyebabkan ratusan ribu warga sipil mengungsi. Di Somalia, kelompok Al-Shabaab masih melakukan serangan gerilya dan bom bunuh diri meskipun pemerintah dan pasukan Uni Afrika terus melakukan operasi kontra-terorisme. Negara-negara Sahel seperti Burkina Faso, Mali, dan Niger juga mengalami ketidakstabilan akibat kelompok jihadis yang berafiliasi dengan Al-Qaeda dan ISIS, sementara pemerintahan militer yang berkuasa sejak kudeta belum mampu mengamankan seluruh wilayah.

Negara yang Sedang Berperang Saat Ini di Dunia - 2

Konflik di Timur Tengah dan Asia

Perang saudara di Suriah memang telah mereda dibanding puncaknya pada 2015, namun konflik masih berlangsung di beberapa wilayah, terutama di Idlib dan timur laut. Pemerintah Suriah dengan dukungan Rusia dan Iran masih berhadapan dengan sisa-sisa kelompok oposisi serta serangan dari Israel secara sporadis. Yaman juga masih menjadi medan perang antara pemerintah yang diakui internasional dan pemberontak Houthi yang didukung Iran. Gencatan senjata yang rapuh seringkali dilanggar, dan blokade pelabuhan menyebabkan kelaparan parah.

Di Asia, perang saudara di Myanmar terus memburuk sejak kudeta militer 2021. Junta militer berhadapan dengan berbagai kelompok etnis bersenjata dan Pasukan Pertahanan Rakyat (PDF). Pada 2024-2025, pemberontak berhasil merebut beberapa kota perbatasan, tetapi militer masih menguasai pusat-pusat kekuasaan. Konflik Nagorno-Karabakh antara Azerbaijan dan Armenia memang telah berhenti setelah operasi militer Azerbaijan pada 2023, namun ketegangan perbatasan masih berlanjut dan proses perdamaian belum stabil. Sementara itu, ketegangan antara Venezuela dan Guyana atas wilayah Essequibo juga meningkat pada akhir 2023 dan masih menjadi isu panas di Amerika Latin, meskipun belum mencapai perang berskala penuh.

Daftar Negara dengan Konflik Aktif (2024-2025)

Berikut adalah daftar negara yang tercatat memiliki konflik bersenjata aktif pada periode 2024-2025 berdasarkan laporan PRIO dan sumber terverifikasi lainnya. Daftar ini mencakup perang antarnegara, perang saudara, serta konflik internal bersenjata tinggi.

Negara yang Sedang Berperang Saat Ini di Dunia - 3
  • Ukraina (perang melawan Rusia)
  • Israel (perang melawan Hamas dan Iran)
  • Palestina (Gaza – konflik Israel-Hamas)
  • Sudan (perang saudara SAAF vs RSF)
  • Suriah (perang saudara dan intervensi asing)
  • Yaman (perang saudara pemerintah vs Houthi)
  • Republik Demokratik Kongo (pemberontakan M23 dan kelompok lain)
  • Myanmar (perang saudara junta vs kelompok etnis dan PDF)
  • Somalia (pemberontakan Al-Shabaab)
  • Mali, Burkina Faso, Niger (konflik jihadis Sahel)
  • Ethiopia (konflik di wilayah Amhara dan Oromia – belum sepenuhnya selesai)
  • Haiti (konflik geng bersenjata melawan negara)
  • Venezuela-Guyana (ketegangan perbatasan Essequibo)
  • Azerbaijan-Armenia (ketegangan pasca-Nagorno-Karabakh)

Daftar ini tidak lengkap karena ada puluhan konflik berskala kecil dan menengah lainnya yang tidak tercantum, seperti di Kamerun (Boko Haram), Filipina (pemberontakan komunis dan Abu Sayyaf), serta India (pemberontakan Kashmir dan Maois). Namun, 14 negara di atas mewakili eskalasi paling signifikan.

Tabel Perbandingan Lima Konflik Terbesar Berdasarkan Dampak

Tabel berikut menyajikan gambaran singkat lima konflik dengan dampak paling besar dalam hal korban jiwa dan pengungsian, berdasarkan data tahun 2024-2025.

Negara/Konflik Jenis Perkiraan Korban Sipil Pengungsi (juta) Tingkat Eskalasi 2025
Rusia vs Ukraina Antarnegara Lebih dari 40.000 (konfirmasi; angka sebenarnya lebih tinggi) 6,5 (ke luar Ukraina) Tinggi – garis depan tetap aktif
Israel – Iran & Hamas Antarnegara + internal Lebih dari 40.000 di Gaza; korban Iran belum jelas 1,9 (Gaza); ratusan ribu mengungsi lintas perbatasan Kritis – Juni 2025 eskalasi regional
Sudan (SAAF vs RSF) Perang saudara Diperkirakan 15.000-30.000 10 Sangat tinggi – perang terus meluas
Republik Demokratik Kongo (M23) Pemberontakan Diperkirakan 6.000+ sejak 2022 2,5 (termasuk pengungsi internal) Meningkat – M23 merebut lebih banyak wilayah
Myanmar (junta vs pemberontak) Perang saudara Lebih dari 5.000 sejak kudeta 3 Tinggi – pemberontak maju besar

Data di atas bersifat estimasi dan dapat berubah karena keterbatasan akses ke wilayah konflik. Sumber utama berasal dari laporan PRIO, PBB, dan organisasi kemanusiaan internasional.

Negara yang Sedang Berperang Saat Ini di Dunia - 4

Mengapa Jumlah Konflik Meningkat Drastis?

Ada beberapa faktor struktural yang menjelaskan lonjakan konflik pada 2024-2025. Pertama, melemahnya tata kelola global dan multilateralisme. Dewan Keamanan PBB kerap terpecah, terutama akibat veto dari negara-negara besar seperti Rusia dan Amerika Serikat. Kedua, ketidakstabilan akibat perubahan iklim memperparah kelangkaan air dan pangan, yang memicu persaingan antar kelompok di Sahel dan Afrika Timur. Ketiga, proliferasi senjata dan teknologi militer, termasuk drone dan rudal presisi, membuat konflik lebih mematikan dan seringkali tidak terbatas pada medan perang tradisional. Keempat, polarisasi politik internal di banyak negara, seperti yang terjadi di Haiti dan Myanmar, menyebabkan keruntuhan fungsi negara dan peluang bagi kelompok bersenjata untuk mengambil alih.

Organisasi seperti PRIO dan International Crisis Group telah memperingatkan bahwa dunia saat ini berada dalam siklus konflik yang sulit diputuskan. Satu konflik seringkali memicu konflik lain, seperti yang terlihat antara perang di Gaza yang menyulut ketegangan di perbatasan Israel-Lebanon dan memicu serangan Houthi di Laut Merah. Keterkaitan global membuat konflik regional cepat menjadi krisis yang melibatkan banyak negara.

Dampak Kemanusiaan dan Langkah yang Diperlukan

Setiap perang meninggalkan trauma, kerusakan infrastruktur, dan jutaan jiwa yang hancur. Lebih dari 100 juta orang di seluruh dunia saat ini menjadi pengungsi paksa, sebagian besar akibat konflik bersenjata. Anak-anak kehilangan akses pendidikan, rumah sakit hancur, dan sistem pangan runtuh. Komunitas internasional seringkali lambat merespons atau terkendala oleh politisasi bantuan. Di Sudan, misalnya, PBB menyebut bahwa lebih dari separuh penduduk menghadapi kelaparan akut, sementara pendanaan kemanusiaan terus menyusut.

Negara yang Sedang Berperang Saat Ini di Dunia - 5

Untuk menghentikan siklus ini, diperlukan kombinasi diplomasi yang lebih efektif, penegakan hukum humaniter internasional, dan keterlibatan negara-negara besar dalam mediasi. Masyarakat sipil juga memiliki peran dalam mendesak pemerintah mereka untuk tidak memasok senjata ke pihak yang melanggar hak asasi. Informasi yang akurat dan berbasis data dari lembaga seperti PRIO sangat penting agar publik tidak mudah dimanipulasi oleh propaganda perang.

Referensi

Artikel ini disusun berdasarkan data dan laporan dari beberapa sumber terpercaya yang telah melakukan verifikasi konflik terkini. Berikut adalah referensi utama yang digunakan.

Instituto de Pesquisas de Paz de Oslo (PRIO) – laporan 61 konflik di 36 negara pada 2024. Sumber: https://www.prio.org
CNN Brasil – artikel tentang jumlah konflik aktif di dunia. Sumber: https://www.cnnbrasil.com.br/internacional/guerras-no-mundo-quantos-conflitos-estao-ativos-neste-momento/
Wikipedia (versi bahasa Portugis) – daftar konflik berkepanjangan. Sumber: https://pt.wikipedia.org/wiki/Lista_de_conflitos_em_curso
Relatório Oficial PRIO – Global Conflict Tracker 2024. Sumber: https://www.prio.org/publications/61-wars-2024
IFSC Verifica – artikel tentang kemungkinan perang dunia baru. Sumber: https://www.ifsc.edu.br/web/ifsc-verifica/w/estamos-proximos-de-uma-nova-guerra-mundial-

perang dunia konflik internasional berita dunia geopolitik konflik bersenjata negara berperang
Perhatian Informasi dapat berubah sewaktu waktu sesuai perkembangan situasi di lapangan.
Penulis

Stefano Barcellos

Kontributor di Visite Barbados.

« Pos sebelumnya
Panduan Restrukturisasi Utang agar Keuangan Lebih Sehat

Pos terkait